Agartegangannya cukup untuk pengisian aki, maka panel surya harus dikasih rangkaian seri, 2 X 2 panel 100 WP diseri menghasilkan tegangan 36 volt dan arus maksimum 2 X 5,8 A, kemudian dua kali panel 50 WP juga diseri menghasilkan tegangan 36 volt dan arus maksimal 3 ampere. Sesuaikankebutuhan daya yang dibutuhkan dengan panel sel surya, inverter, aki. B. Cara Kerja Pada siang hari panel surya menerima cahaya (sinar) matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik oleh sel-sel kristal melalui proses photovoitaic. Sistemsel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya, rangkaian kontroler pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt yang maintenance free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Aki( Battery) adalah alat penyimpan energi yang diisi oleh aliran DC dari panel surya. Disamping menyimpan tenaga DC, aki juga berfungsi mengubah energi kimia menjadi aliran listrik. Pada dasarnya, orang mengetahui dua jenis aki, yaitu, aki primer (primary battery) dan aki sekunder (secondary battery). Vay Tiền Nhanh Ggads. Posted On Maret 22, 2021 Jenis-jenis Rangkaian Panel Surya Jenis-jenis Rangkaian Panel Surya – Sekarang ini banyak orang yang memanfaatkan tenaga surya untuk dijadikan sebagai sumber pembangkit. Jenis pembangkit ini memanfaatkan rangkaian panel surya fotovoltaik sebagai sumber pembangkit listriknya, yang berfungsi untuk menangkap sinar matahari dan bisa mengubahnya menjadi energi listrik. Negara Indonesia termasuk negara yang dikarunia dengan sinar matahari yang cukup dalam waktu sepanjang tahun, dengan begitu panel surya akan lebih efektif jika dipasang di daerah tropis. Ada beberapa perbedaan jenis-jenis panel surya yang bisa dikelompokan berdasarkan material sel surya yang menyusunnya, diantaranya Crystalline Silicon C-si Untuk menyusun sel surya, rangkaian panel surya jenis ini memanfaatkan material silicon dimana jenis Crystalline Silicone C-si memiliki tiga jenis panel utama. Tipe ini banyak digunakan untuk pembangkit listrik surya. Tipe dari panel ini diantaranya adalah Monocrystalline Silicon Mono-Si Dilihat secara fisik untuk membedakannya rangkaian panel surya ini bisa diketahui dengan model terpotong pada tiap sudutnya. Pada jenis ini menggunakan sel surya jenis crystalline tunggal single crystal-Si dimana pada kelasnya panel ini memiliki efisiensi yang paling tinggi. Multicrystalline Silicon Multi-Si Jika dilihat secara fisik Anda bisa mengetahui Multicrystalline Silicon ini dari warna sel yang cenderung berwarna biru dan berbentuk persegi. Ribbon Silicon Ribbon-Si Panel surya string Ribbon merupakan salah satu panel surya yang menggunakan jenis sel surya polycrystalline, akan tetapi menggunakan proses yang berbeda. Namun jenis ini tidak mempunyai pasar yang cukup baik. Baca juga Bisa Dicoba, Inilah Alasan Mengapa Panel Surya Sangat Cocok Di Gunakan Di Indonesia Memilih Baterai Panel Surya Thin Film Solar Cell Rangkaian panel suryaini menggunakan banyak lapisan material sebagai bahan material penyusunnya yang merupakan panel surya generasi kedua. Ketebalan Thin Film Solar Cell mulai dari nanometers nm sampai micrometers µm. Beberapa rangkaian panel surya yang ada di pasaran berdasarkan material penyusunnya yaitu Cadmium Telluride CdTe Cadmium Telluride CdTe ini merupakan jenis yang mempunyai tingkat efisiensi paling baik di kelasnya yaitu 9-11%. Copper Indium Gallium Diselenide CIGS Bahan CIGS ini mempunyai efisiensi 10-12% dengan efisiensi tertinggi yang pernah diproduksi dalam skala lab adalah Amorphous Thin-film Silicon a-Si, TF-Si Jenis bahan ini pada materialnya mengandung bahan yang kurang aman dan juga memiliki efisiensi yang terendah yaitu 6-8%. Jenis Amorphous Thin-film Silicon a-Si, TF-Si ini mempunyai beberapa tipe, diantaranya Amorphous silicon cells Tandem-cell using a-Si/µc-Si Polycrystalline silicon on glass Gallium Arsenide GaAs Tipe panel dengan sel GaAs ini memiliki harga yang dibilang cukup mahal, dan hanya digunakan untuk industri tertentu dan luar angkasa. Panel ini mempunyai efisiensi tertinggi yaitu 28,8%. Material lainnya Rangkaian panel surya pada generasi ketiga tersusun atas lebih banyak variasi material untuk masing-masing panel surya. Beberapa diantara jenis tersebut adalah Copper zinc Tin Sulfide Solar Cell CZTS Dye-sensitized solar cell Organic Solar Cell Perovskite Solar Cell Polymer Solar Cell Quantum Dot Solar Cell Building-Integrated Photovoltaics BIPV Untuk bisa memutuskan jenis-jenis rangkaian panel surya yang terbaik yang bisa Anda gunakan saat akan memasang panel surya, sebaiknya sebelum memutuskannya Anda perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut Dimensi Untuk menentukan berapa banyak panel surya yang dapat dipasang, ukuran dimensi yang Anda pilih akan pada ruang yang tersedia akan sangat berpengaruh. Semakin kecil ruang, semakin besar kemungkinan untuk menggunakannya dengan efisiensi yang besar namun berdimensi optimal. Anda bisa konsultasi terlebih dahulu dengan penyedia layanan jasa, untuk mendapatkan desain sistem pembangkit yang paling baik Efisiensi Efisiensi ditunjukan dalam persentase efisiensi modul yang dapat Anda temukan pada spesifikasi teknis produk. Angka ini bisa menjelaskan berapa banyak listrik yang dapat dihasilkan per luas permukaan jumlah yang lebih tinggi lebih baik. Lebih efisien panel, lebih kecil bidang luasan yang diperlukan panel untuk memproduksi listrik. Rangkaian Panel Surya Seri dan Paralel Seperti Baterai, Sel Surya juga bisa dirangkai secara Seri atau pun Paralel. Pada umumnya, tiap-tiap Sel Surya itu menghasilkan Tegangan sebesar 0,45 ~ 0,5V serta arus listrik sebesar 0,1A disaat menerima sinar cahaya yang terang. Sama halnya dengan Baterai, Sel Surya yang dirangkai dengan secara Seri akan meningkatkan Tegangan Voltage sedangkan untuk Sel Surya yang dirangkai dengan secara Paralel akan meningkatkan Arus Current. Itu dia jenis-jenis rangkaian panel surya beserta dengan beberapa pilihan pertimbangan yang harus diperhatikan untuk memilih jenis rangkaian panel surya tersebut. Baca juga Bisa Dicoba, Inilah Alasan Mengapa Panel Surya Sangat Cocok Di Gunakan Di Indonesia PT Java Surya Teknik Sanspower telah membangun ratusan Pompa Air Tenaga Surya PATS di seluruh wilayah Indonesia. Kami telah menjadi mitra terpercaya dengan terdaftar sebagai Approved Partner Distribution dari Lorentz Jerman. Percayakan pembangunan PATS di wilayah anda kepada perusahaan yang memiliki reputasi dalam membangun dan merancang solusi untuk proyek Pompa Air Tenaga Surya PATS di wilayah anda. PT Java Surya Teknik. Graha Pena Jawa Pos Jl. Ahmad Yani Lantai 1 ruang 102 Surabaya Jawa Timur Telp 031 3360 1211 – 031 3360 1233 Email hello Whatsapp 081392276191 – 081249911495 p> The purpose of this study was to determine the effect of solar panel circuits on current, voltage and power. This research is a true experiment. Dependent variables were current, voltage, and power. Independent variables were a series circuit of solar panels and a parallel circuit of solar panels. The sample numbers of studies were 12 for each group of independent variables. The data were analyzed using the t-test at the 5% signification level. The results showed that the electrical power produced by a series circuit of solar panels was, P = watt, Sd = The electrical power produced by a parallel circuit of solar panels was P = watts, Sd = The t-test showed that there was no difference in electrical power produced by the series circuit of solar panels and parallel circuit of solar panels, with to = α/2, v =2,074. The form of a circuit series or parallel has no significant effect on power but differs only in current and voltage. In series circuit, I1 = I2 = I and V1 +V2 = V. In parallel circuits V1 = V2 = V and I1 + I2 = I. This can be adjusted to our purpose of using solar panels circuit. If it requires a large current, the solar panels must assemble in a parallel circuit. But if it requires a large voltage, the solar panels must assemble in a series circuit. Keywords current, parallel, power, series, voltage

2 WattTegangan Aki> VTegangan V – VKembaliyatidaktidak tidakMosfet Aktifya ya yaMosfet Tidak AktifTegangan Aki< VLed MerahAktifLed KuningAktifLed HijauAktifGambar 2. Flowchart Alat Control Charging Panel Surya Catu daya untuk alat pengembangan sistem charging controller panel surya menggunakan modul regulator penurun tegangan. Prinsip kerja regulator penurun tegangan ini adalah menurunan sumber tegangan DC dari baterai aki antara 11 Vdc – 13 Vdc menjadi 5 Vdc sesuai dengan kebutuhan arduino nano. Kurnifan Adhi Prasetyo Pengembangan Alat Control Charging Panel Surya… 54 Gambar 3. Skema Rancangan Alat Perancangan sensor tegangan dalam alat control charging berfungsi sebagai data masukan yang akan diolah dipadukan dengan sensor arus yang menghasilkan daya dari panel surya sebagai parameter untuk mengkatifkan mosfet. Rangkaian sensor tegangan ini bekerja dengan menurunkan level tegangan dari tegangan yang diukur menjadi tegangan yang diijinkan arduino. Gambar 4. Rangkaian Sensor Tegangan Perancangan sensor arus dalam alat control charging panel surya berfungsi sebagai data masukan yang akan diolah dipadukan dengan sensor tegangan yang menghasilkan daya dari panel surya sebagai parameter untuk mengkatifkan mosfet. Sensor arus yang digunakan adalah modul sensor arus ACS 712 30A. Gambar 5. Rangkaian Sensor Arus Penggunaan LCD 20x4 ini digunakan untuk menampilkan data yang sudah didapatkan dan diolah pada mikrokontroler arduino. LCD ini digunakan sebagai penampil data secara visual berdasarkan pengukuran dari sensor-sensor tersebut. LCD 20x4 ini merupakan LCD yang mempunyai 20 kareakter dan 4 baris. Perencanaan penggunaan lampu LED adalah sebagai indikator dari pembacaan tegangan pada baterai aki. Lampu LED yang digunakan berjumlah tiga buah berwarna merah sebagai indikator tegangan aki dibawah 11,8 Vdc, warna kuning indikator tegangan aki antara 11,8 Vdc sampai 14,2 Vdc, dan warna Jurnal Edukasi Elektro, Vol. 2, No. 1, Mei 2018 ISSN 2548-8260 Media Online 55 hijau sebagai indikator tegangan melebihi 14,2 Vdc. Gambar 6. Rangkain LED Perancangan penggunaan mosfet IRFZ44N adalah sebagai saklar elektronik yang dikendalikan dari driver mosfet IR2104 dimana driver mosfet mendapat masukan dari hasil pembacaan sensor arus dan sensor tegangan arduino nano. Mosfet akan aktif jika daya hasil perkalian dari pembacaan arus dan tegangan panel telah memenuhi syarat. Mosfet akan menjadi nonaktif ketika daya panel dan tegangan pengisian baterai aki tidak sesuai dari persyaratan. Gambar 7. Rangkaian Mosfet Sebagai Saklar Penggunaan rangkaian buck converter adalah untuk menurunkan tegangan dari panel surya menuju baterai aki. Tegangan dari panel surya yang mencapai 17 Vdc saat pengisian dapat mengurangi usia dari baterai aki akibat tegangan masukan yang berlebihan. Gambar 8. Rangkaian Buck Converter Tahap pembuatan dilaksanakan untuk merealisasikan alat control charging panel surya setelah dilakukan perancanaan alat control charging panel surya. Tahap pembuatan ini meliputi pencetakan gambar rangkaian, pelarutan PCB, pengeboran PCB, pemasangan komponen, dan permrograman rangkaian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian alat control charging panel surya merupakan proses yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan unjuk kerja dari kondisi alat. Selain itu pengujian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesesuaian alat control charging panel surya dalam pengukuran parameter-parameter pada pembangkit listrik tenaga surya. Tabel 1. Pengujian Sensor Tegangan Panel Surya Kurnifan Adhi Prasetyo Pengembangan Alat Control Charging Panel Surya… 56 Tabel 2. Pengujian Sensor Tegangan Aki Tabel 3. Pengujian sensor arus panel surya Pembacaan Amperemeter A Pembacaan Sensor Arus A Gambar 9. Grafik Daya Pengisian Aki 100 WP Gambar 20. Grafik Daya Pengisian Aki 300 WP Pembahasan Pengujian alat control charging panel surya diperlukan untuk mengetahui unjuk kerja alat ini. Berdasarkan pengujian yang ditunjukkan Tabel 1 dan Tabel 2 bahwa pengujian sensor tegangan panel surya dengan input tegangan 19 Vdc, sensor tegangan menghasilkan output 2,1 Vdc, sedangkan sensor tegangan untuk Aki menghasilkan output 3,1 Vdc. Data tersebut membuktikan bahwa sensor tegangan ini bekerja dengan baik karena dengan pemberian tegangan input 19 Vdc maka sensor tegangan ini dapat mendeteksi penurunan tegangan menjadi 2,1 Vdc untuk sensor tegangan panel surya dan mendeteksi penurunan tegangan menjadi 3,1 Vdc untuk sensor tegangan aki. Tegangan 2,1 Vdc ini akan diolah oleh mikokontroler dan dihitung dengan perbandingan 19 hasil dari perbabandingan antara tegangan keluaran 2,1 Vdc dengan tegangan masukan 19 Vdc. Sedangkan tegangan 3,1 Vdc ini akan diolah mikrokontroler dan dihitung dengan perbandingan 16 hasil dari perbabandingan antara tegangan keluaran 3,1 Vdc dengan tegangan masukan 19 Vdc. Berdasarkan pengujian tabel 3, semakin besar pengukuran arus, maka semakin besar pula selisih pembacaan sensor arus. Dari pengujian yang ada maka dapat dihitung rata rata persentase kesalahan sebagai berikut 0102030405060708090050 100 150 200Grafik Daya Pengisian Aki 020406080100120010 20 30 40 50 60DAYA PENGISIAN AKI Jurnal Edukasi Elektro, Vol. 2, No. 1, Mei 2018 ISSN 2548-8260 Media Online 57 Sensor Arus Panel surya Rata-rata kesalahan =  =  % = 5,38% Sensor Arus Pengisian Aki Rata-rata kesalahan =  % = 5,65 % Pembahasan unjuk kerja Panel surya 100 WP Rata-rata daya pengisian aki =   =   = 39,03 W Rata-rata Efisiensi =   =  x 100 % = 85,82 % Pembahasan unjuk kerja Panel surya 300 WP Rata-rata daya pengisian aki =   =   = 57,43 W Rata-rata Efisiensi =   =  x 100% = 88,48 % Pengujian alat control charging Panel Surya menghasilkan data uji pengisian yang sangat baik. Grafik pengisian energi dari panel surya sesuai dengan naik turunnya intensitas cahaya matahari. Persentase kesalahan dari pembacaan nilai Arus, Tegangan, dan Daya masih dibawah toleransi 10%. Untuk memaksimalkan pembacaan paramater nilai pengisian energi listrik menuju listrik DC dapat dimaksimalkan dengan memperbaiki pogram pembacaan adc sehingga pembacaan nilai paramater lebih presisi. Dalam Perbaikan desain box, dapat menggunakan bahan akrilik atau box yang lebih kokoh agar alat lebih kuat digunakan ketika sepeda listrik niaga dioperasikan. Untuk mengantisipasi tegangan lebih atau overvoltage alat control charging dapat ditambah dengan buzzer. SIMPULAN Alat control charging panel surya dirancang dengan tahapan, yaitu a tahap analisis kebutuhan, b tahap perancangan komponen yang meliputi perancangan pemilihan arduino nano, regulator step down DC-DC, sensor arus, sensor tegangan, dan LCD 20x4, c tahap pembuatan alat yang meliputi pembuatan jalur PCB, pemasangan dan perangkaian komponen secara keseluruhan, dan d tahap pengujian unjuk kerja alat. Unjuk kerja dari alat control charging panel surya ini meliputi pengukuran tegangan, arus, dan daya keluaran panel surya dan pengukuran saat pengisian aki. Daya rata rata pengisian aki menggunakan panel surya 100 WP yang diuji adalah 39,03 Watt dengan waktu 160 menit, rata-rata efisiensi 85,82%, dan hasil tegangan aki dari 11 Vdc menjadi 12,5 Vdc. Sedangkan daya rata rata pengisian aki menggunakan panel surya 300 WP adalah 57,43 Watt dengan waktu 50 menit, rata-rata efisiensi 88,48%, dan tegangan aki dari 11 Vdc menjadi 12,2 Vdc. Rata-rata Persentase kesalahan parameter pengukuran alat control charging panel surya dibawah 10%. Kurnifan Adhi Prasetyo Pengembangan Alat Control Charging Panel Surya… 58 DAFTAR RUJUKAN Ali, Muhamad. 2011. Modul Kuliah Teknik Elektronika Daya. Yogyakarta Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY. Astra, I Made, Satwiko, dan Sidopekso, 2011. “Studi Rancang Bangun Solar Charge Controller dengan Indikator Arus, Tegangan dan Suhu Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535”. Spektra Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Vol, XI, 21. Bortignon, Simone. 2017. Connecting Solar Panels in Parallel. Diakses pada tanggal 29 September 2017, Deba. 2014. Arduino Mppt Solar Charge Controller Diakses pada tanggal 19 September 2017, Fitriandi, Afrizal. 2016. “Rancang Bangun Alat Monitoring Arus dan Tegangan Berbasis Mikrokontroler dengan SMS Gateway”. Electrician, Vol 10, No,2, 1-12. Jamal, Abid. 2015. Home Made Maximum Power Point Tracking MPPT Charge Controller Alternative energy. Machmud Effendy, Nur Alif Mardiyah, Khusnul Hidayat. 2017. “Implementasi Maximum Power Point Tracking pada Photovoltaic Berbasis P&O-Fuzzy”. JNTETI, Vol. 6, No. 1, Februari 2017. Sukandarrumidi. 2013. Energi Terbarukan Konsep Dasar Menuju Kemandirian Energi. Yogyakarta UGM Press. Yanuar. 2015. Membuat Rangkaian Alat Buck Converter Dan Boost Converter. Diakses pada tanggal 29 November 2017, ... Charging Control Panel Surya merupakan rangkaian elektronik yang mengatur proses pengisian baterai atau rangkaian aki Battery Bank dari panel surya Prasetyo, 2018. Solar charge controller mengatur overcharging kelebihan pengisian -karena baterai sudah 'penuh' dan kelebihan voltase dari panel surya. ...... Sesuai yang ditunjukkan gambar 5, hampir 50% responden menunjukkan ketertarikan terhadap tampilan dan fungsional dari perangkat pembelajaran panel surya. Prasetyo, 2018Sejumlah 85% responden menyatakan sangat terbantu dengan perangkat pembelajaran panel surya dalam proses untuk memahami pembelajaran tentang perubahan energi cahaya matahari menjadi energi listrik gambar 6. ...... untuk mendapatkan hasil penelitian proses charging, digunakan sensor tegangan berupa resistor yang dipasang secara seri untuk membaca tegangan sumber dan tegangan baterai Prasetyo, 2018. Dan sinyal analog yang didapat dikonversi menggunakan kontroler arduino charge ControllerI Gusti Ngurah A M, 2016. ...The need for a charge controller for the use of electrical energy sourced from solar panels and DC generators is very necessary for the purposes of the battery function as electric power in the inverter which functions as a voltage source. Usually the battery is used for inverter purposes in meeting household electricity needs as a substitute for PLN. The charging process will occur if the output voltage from the DC voltage source is higher than the battery voltage to be recharged. In this study, the charging process is based on PWM settings, and consists of 2 types, namely boost mode and float mode which are distinguished from the duty cycle setting. The voltage reading on the voltage divider sensor using a resistor has an error of less than at the source terminal, and at the battery. However, the charging process is able to provide an average voltage of Volts on the battery 12 Volts, so that the charging process can run well.... Untuk menghindari hal-hal yang terjadi, charger regulator diperlukan kemampuan apa untuk menipu dan memasok energi listrik ke perangkat keras elektronik ketika diperlukan melepaskan dan untuk mulai mengisi ulang ketika baterai hampir tidak terisi. [4]. ...Seiring dengan pertambahan penduduk dan juga mendorong inovasi, keberadaan manusia membutuhkan energi listrik sehingga diperlukan energi pilihan yang dapat diubah menjadi energi listrik. Charger berbasis sinar matahari adalah salah satu perangkat elektronik yang dapat dengan mudah mengubah energi radiasi matahari menjadi energi listrik. Dalam mengubah energi radiasi bertenaga matahari menjadi energi listrik, tidak setiap bagian terakhir diubah tetapi hanya sebagian yang diubah bergantung pada efektivitas sel berbasis matahari itu sendiri. Motivasi di balik penelitian ini adalah untuk menyaring dan mengambil batasan dengan meneliti nilai hasil pengisi daya berbasis sinar matahari yang terdiri dari tegangan, arus dan keadaan baterai yang diisi atau dilepaskan melalui layar LCD 16x2 tentang pengamatan tampilan papan dan baterai. Rencana kerangka kerja yang dibangun memanfaatkan sensor tegangan arus, penelitian ini memanfaatkan modul sensor arus ACS712 dengan arus paling ekstrim 5 ampere. Kontroler menghasilkan arus akan melalui sensor dan dikirim ke baterai. Ketika arus hasil melewati sensor, sensor akan membaca streaming yang sedang berlangsung, menggunakan kontrol ArduinoAndre Setyawan Agus UlinuhaKebutuhan akan energi listrik saat ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kemajuan teknologi, namun peningkatan ini tidak sebanding dengan pasokan energi listrik itu sendiri. Maka dari itu saat ini pembangkit yang sangat berpotensi di Indonesia adalah pembangkit Listrik tenaga surya, karena Indonesia sendiri letaknya berada di daerah tropis yang mana sebenarnya menerima sinar matahari yang cukup berkesinambungan dan dalam implementasinya tidak menghasilkan polusi udara yang bisa merusak alam serta cadangan energinya yang tidak terbatas. Pembangkit listrik tenaga surya ini bisa menjadi solusi untuk digunakan sebagai charging sepeda listrik Solar Charge Station. Sepeda listrik yang digunakan merupakan sistem sebelumnya dikembangkan dalam riset ini. Solar Charge Station digunakan sebagai tempat charging sepeda listrik. Sumber energi yang digunakan untuk mensuplay charge station memanfatkan energi dari panel surya. Sistem pembangkit listrik tenaga surya ini tidak terhubung ke jaringan listrik off grid. Panel surya menangkap cahaya sinar matahari diwaktu siang hari dan disimpan pada baterai setelah melalui regulator. Energi yang disimpan digunakan untuk charging baterai sepeda listrik dan peralatan sistem penyewaan Power Point Tracking MPPT technology is an alternative solution to improve efficiency of solar cells photovoltaic. The main part of MPPT technology is DC-DC converter circuit and control algorithm. This paper proposes a control algorithm Perturbation and Observe P&O-Fuzzy on MPPT, which can improve the efficiency of solar cells, and simultaneously comparing the control algorithms P&O and P&O-Fuzzy. Synchronous buck converter is used to reduce the voltage of solar cells. The buck converter is controlled using P&O and P&O-Fuzzy algorithms. These algorithms use two inputs; change of power and change of voltage, produced by the solar cell. MPPT technology has been tested using solar cells with a capacity of 50 Watt as a source of electrical energy, battery 12V/45aH as energy storage, and resistor as load. The test results indicate that the P&O algorithm has an efficiency of 86% with rise time tr and steady state time ts at seconds, while the P&O-Fuzzy algorithm has an efficiency of 89% with rise time tr and steady state time ts at Rancang Bangun Solar Charge Controller dengan Indikator Arus, Tegangan dan Suhu Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535AstraMadeDan SatwikoSidopeksoAstra, I Made, Satwiko, dan Sidopekso, 2011. "Studi Rancang Bangun Solar Charge Controller dengan Indikator Arus, Tegangan dan Suhu Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535". Spektra Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Vol, XI, Solar Panels in Parallel. Diakses pada tanggalSimone BortignonBortignon, Simone. 2017. Connecting Solar Panels in Parallel. Diakses pada tanggal 29 September 2017, Mppt Solar Charge Controller 2014. Arduino Mppt Solar Charge Controller Diakses pada tanggal 19 September 2017, NO-SOLAR-CHARGE-CONTROLLER-Version-30/Rancang Bangun Alat Monitoring Arus dan Tegangan Berbasis Mikrokontroler denganAfrizal FitriandiFitriandi, Afrizal. 2016. "Rancang Bangun Alat Monitoring Arus dan Tegangan Berbasis Mikrokontroler dengan SMS Gateway". Electrician, Vol 10, No,2, Made Maximum Power Point Tracking MPPT Charge Controller Alternative energyAbid JamalJamal, Abid. 2015. Home Made Maximum Power Point Tracking MPPT Charge Controller Alternative Rangkaian Alat Buck Converter Dan Boost Converter. Diakses pada tanggalYanuarYanuar. 2015. Membuat Rangkaian Alat Buck Converter Dan Boost Converter. Diakses pada tanggal 29 November 2017, 2015/09/

rangkaian panel surya ke aki